Mencari Pemimpin yang Adil

Pandemi Covid-19 dan Pilkada yang baru berakhir adalah dua hal yang akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan hangat. Penggabungan dua hal ini menjadi gejolak di tengah masyarakat. 

Covid-19 sejak kemunculannya di akhir 2019 di Wuhan, China, hingga saat ini, membawa dampak yang sangat banyak. Di Indonesia sendiri, sejak masuknya sekitar Maret, sudah membawa pengaruh yang sangat besar. Tidak hanya ke sisi kesehatan, ekonomi dan pendidikan, termasuk juga dalam hal Pilkada.

Pemimpin yang adil

Imam Ahmad bin Hambal pernah berucap, andaikan saya memiliki satu doa yang pasti dikabulkan, niscaya saya berikan doa itu untuk kebaikan pemimpin yang adil, karena ketika pemimpin baik, maka itu akan memberikan kebaikan kepada kaum muslimin. Pernyataan Imam Ahmad bin Hambal ini menegaskan bahwa pentingnya keberadaan seorang pemimpin yang adil dan pentingnya kita mendoakan untuk kebaikan bagi pemimpin yang adil.

Adil itu sendiri memiliki arti menempatkan sesuatu sesuai dengan tempat yang seharusnya. Adil lawan kata dari zalim. Zalim berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang menempatkan rakyatnya pada posisi yang seharusnya. Pemimpin yang adil harus bisa membimbing rakyatnya ke jalan yang benar dan mensejahterakannya. Jalan yang benar adalah jalan yang lurus, sesuai tuntunan agama. Mensejahterakan artinya mengupayakan kemapanan ekonomi dan keamanan bagi rakyaknya.

Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020 yang baru saja dilaksanakan, diharapkan bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang adil. Pemimpin yang adil sangat diharapkan, apalagi di kondisi sulit seperti saat ini. Pandemi Covid-19 sudah cukup menyusahkan kita, maka jangan sampai Pilkada 2020 ini juga hanya menghasilkan pemimpin yang zalim, yang menyengsarakan kita.

Sudah menjadi rahasia umum di masyarakat kita, bahwa dalam pilkada sering terdapat kecurangan. Setiap kecurangan, pasti membawa kesengsaraan. Kesengsaraan yang dibawa oleh seorang pemimpin, akan sangat berpengaruh bagi orang yang dipimpinnya. Pejabat yang curang pasti akan merugikan rakyatnya.

Pemimpin yang adil memiliki banyak kriteria ideal. Supaya mudah, kita ikuti kriteria ideal pemimpin terbaik sepanjang masa. Sebagai seorang muslim, kita pasti yakin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin paling adil.

Kita sebagai Muslim, pasti sangat merasakan, memahami dan mengagumi kepemimpinan beliau. Beliau adalah pemimpin terbaik yang harus kita teladani. Orang luar pun, Michael H. Hart, dalam bukunya, menganggap Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin paling berpengaruh dari 100 pemimpin terbaik di dunia.

Bila melihat kemuliaan Nabi Muhammad SAW, setidaknya seorang pemimpin yang adil harus memiliki empat kriteria.

Pertama, jujur. Seorang pemimpin yang adil harus jujur. Bukan orang yang suka berdusta. Pemimpin yang suka berdusta, pasti akan mencari keuntungan pribadi melalui kepemimpinan tersebut. Banyak hal akan dia manipulasi supaya dia yang untung tanpa mempedulikan keadaan rakyatnya. Dia buat aturan untuk kepentingan dia, bukan rakyat. Dia buat kebijakan hanya untuk popularitas dan kesejahteraan dia, bukan untuk rakyat.

Kedua, amanah. Amanah artinya dapat dipercaya. Ketika seseorang dipercaya sebagai pemimpin, maka dia harus menjaga amanah tersebut. Apapun yang dia lakukan, tidak hanya berkaitan dengan dirinya sendiri, tetapi membawa pengaruh kepada orang yang dia pimpin.

Ketiga, tabligh. Tabligh artinya menyampaikan. Maksudnya adalah segala hal yang harus dia sampaikan ke rakyat harus benar-benar dia sampaikan. Pemimpin seperti ini tidak boleh menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan dirinya, keluarganya atau kelompoknya.

Keempat, Fathanah. Fathanah artinya cerdas. Seorang memimpin yang adil harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas serta cerdas dalam mengambil keputusan. Pemimpin yang seperti ini tidak mudah dikerjai atau dimanfaatkan oleh orang lain.

Mudah-mudahan kita bisa diberi oleh Allah SWT pemimpin yang adil dan baik.

 

H. Kaspul Anwar

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed