Tumbuhkan Budaya Membaca, Pegiat Literasi Barito Kuala Hadirkan Buku Saat Pandemi

Para pegiat literasi di Barito Koala yang terdiri dari para guru dari TK sampai SMA, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Kepala Dinas Pendidikan, bersama-sama membuat sebuah buku semasa pandemi.

Buku yang ditulis tersebut merupakan upaya gerakan literasi di masa pandemi. Buku diterbitkan dengan judul “Buku Bunga Rampai Era Baru Pendidikan di Kabupaten Barito Kuala”.

Buku yang dibuat di masa pandemi covid 19 ini, sebagai bentuk kreatifitas para guru di Barito Kuala, walaupun sedang dilanda pandemi.

Hal ini disampaikan oleh Ibu Bupati Barito Kuala, Hj. Noormiliyani A.S, di dalam sambutannya di awal buku tersebut.

Ibu Bupati memberikan apresiasi kepada Komunitas Guru Pegiat Literasi Barito Kuala atas inisiatifnya yang telah mendokumentasikan peristiwa bersejarah berupa pandemi covid 19 ini menjadi sebuah buku.

Beliau juga mengatakan bahwa buku ini merupakan implementasi para guru di Kabupaten Barito Kuala dalam mendukung program pemerintah, yaitu Gerakan Literasi Nasional.

Pada kata pengantar, Kepala Dinas Pendidikan Barito Kuala, Bapak H. Sumarji mengatakan bahwa buku ini sangat menginspirasi para guru dalam berbagai kisah pengalaman saat melakukan pembelajaran selama masa pandemi covid 19.

Bapak H. Sumarji berharap nantinya akan tercipta budaya menulis di kalangan guru dan siswa. Artinya, karya literasi tidak cukup berhenti sampai disini saja, namun seyogyanya akan semakin memicu karya-karya literasi berikutnya.

Ketua Komunitas Guru Pegiat Literasi di Kabupaten Barito Kuala, Edi Siswanto, mengatakan “Kita harus menumbuhkan budaya literasi terutama di kalangan generasi terdidik, guna menyongsong peradaban bangsa yang lebih maju dan unggul.

Negara harus memberikan perhatian yang besar terhadap aktifitas literasi. Sebagai contoh masa ke Kholifahan Bani Abbasiyah, sebagai bentuk penghargaan kala itu kepada para penulis buku, seorang penulis dihargai emas seberat karya bukunya.” Ujar Edi Siswanto.

Seiring masa pandemi covid 19, teknologi informasi berkembang sangat pesat. Pengaruhnya sangat banyak.

Dampak positif sangat banyak dirasakan dari kemajuan teknologi tersebut adalah mudahnya komunikasi, kemudahan mencari informasi, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, kemajuan teknologi juga banyak membawa dampak negatif.

Dampak negatifnya kita rasakan di kehidupan sehari-hari. Misalnya terjadi perubahan-perubahan sudut pandang dan kebiasaan masyarakat, menjadi banyak menghabiskan waktu di depan HP atau TV.

Salah satu penulis di buku tersebut H. Kaspul Anwar, mengatakan bahwa saat ini tingkat minat siswa dalam membaca masih sangat kurang.

“Saat ini ada kecenderungan di tengah masyarakat, khususnya remaja seperti para siswa, bahwa mereka lebih banyak menghabiskan banyak waktu untuk bermain game atau membuka video dibandingkan dengan membaca buku. Ibarat kata, mereka main game atau melihat video 1 jam terasa sebentar, sedangkan saat disuruh membaca 10 menit, terasa sangat lama”.

Oleh karena itu, kita perlu menggalakan gerakan literasi di tengah masyarakat, khususnya di tengah siswa. Siswa harus dilibatkan dalam gerakan literasi, agar terpacu dalam membaca dan menulis.

Para siswa hendaknya memiliki komunitas dalam membaca dan menulis, misalnya dalam grup WhatsApp dan lain sebaginya. Dengan demikian, mereka bisa saling termotivasi.

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed