LPPPM Laksanakan FGD Media dan Isu Minoritas

Pontianak, kliksajakalbar.co – Minimnya perhatian media pada isu-isu minoritas seperti isu jender, lingkungan, masyarakat adat, difabel dan kelompok-kelompok rentan lainnya menjadi fokus diskusi “Memahami Keberadaan Media dan Isu Minoritas” yang diselenggarakan Lembaga Penelitian, Publikasi dan pengabdian Kepada Masyarakat (LPPPM-LSPR).

Salah satu permasalahan yang saat ini menjadi sangat perlu diperhatikan adalah keberadaan media yang dekat dengan masyarakat. Media yang mampu memberikan dukungan atas berbagai kepentingan masyarakat termasuk masyarakat dalam kelompok yang terpinggirkan/minoritas.

“Produser konten media adalah kunci untuk membantu mempromosikan inklusivitas minoritas atau komunitas yang terpinggirkan; di tempat lain mereka mungkin membantu mencapai akuntabilitas lokal, melawan disinformasi atau mendorong perdamaian dan stabilitas, semuanya melalui produksi dan distribusi konten dengan kepentingan publik yang berkualitas”, kata Rudi Sukandar, Fasilitator FGD, saat sesi diskusi yang berlangsung Senin siang, (01/02) di Pontianak.

“Media mungkin mengkhususkan diri pada bentuk jurnalisme tertentu; unggul dalam keterlibatan audiens; atau, pandai dalam menggunakan kemampuan teknologi digital untuk meningkatkan produksi dan distribusi konten mereka”. Lanjut Rudi.

“Dengan demikian, inisiatif datang dalam berbagai bentuk dan mungkin sangat berbeda satu sama lain, tetapi mereka memiliki ambisi yang sama yaitu ingin memberikan informasi yang berkualitas kepada khalayak sasaran mereka”. Katanya

Xenia Angelica Panitia FGD, mengemukakan FGD ini dilaksanakan sebagai upaya pemetaan (mapping media) yang memperhatikan isu minoritas, baik dalam bidang agama, gender, maupun lingkungan. Kegiatan pemetaan ini sebagai langkah awal untuk memahami kondisi media maupun berbagai kelompok masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu minoritas.

“Kegiatan Pemetaan (baca: FGD) ini akan telah dilakukan di 3 propinsi yakni di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tengah dan yang terakhir atau yang keempat nanti akan dilaksanakan di Jawa Barat”. Ujarnya

“FGD ini melibatkan 10 orang peserta dengan berbagai latar belakang seperti jurnalis media mainstream, jurnalis warga, maupun outreach dari kelompok masyarakat sipil”. Pungkas Xenia

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed