KLIKTV: Jembatan Antasan Bromo, Harapan Baru Masyarakat Banjarmasin Selatan

Selain sebagai sarana penyeberangan, jembatan gantung Antasan Bromo di Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan, yang saat ini sedang dibangun, ditargetkan mampu mendongkrak nilai pariwisata di Kalimantan Selatan.

Jembatan itu menghubungkan antara Kelurahan Mantuil dengan Pulau Bromo. Hal itu diungkapkan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, usai melihat proses pemancangan tiang pertama jembatan gantung Antasan Bromo, beberapa bulan yang lalu.

“Kami berharap jembatan gantung ini bisa mempermudah akses masyarakat. Konsepnya juga dirancang untuk menunjang pariwisata,” ujarnya.

Ibnu menyampaikan, proyek pembangunan jembatan yang dikerjakan PT Bayang Bungo dan PT Adji Perkasa itu memiliki panjang 252 meter, inti gantung 100 meter, dan lebar 2 meter. Dia menilai desain jembatan cukup ikonik dan futuristik, serta bakal memiliki ruang terbuka hijau.

“Saya yakin masyarakat akan tertarik datang ke sini,” katanya. Wali kota mengutarakan, jembatan itu dibangun karena banyak laporan warga setempat yang menginginkan jembatan. Sebab, untuk menuju Pulau Bromo, masyarakat harus menggunakan feri. Apabila Sungai Barito sedang surut, feri tidak bisa beroperasi.

“Banyak laporan terkait warga yang ingin melahirkan dan lainnya. Termasuk juga anak sekolah yang terlambat dan sebagainya. Dulu juga pernah ada yang musibah tenggelam,” terangnya.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Arifin Noor menerangkan, pembangunan jembatan gantung Antasan Bromo menggunakan anggaran dari APBD senilai Rp 40 miliiar lebih. Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2020. “Progres pembangunan sudah 27 persen. Mudahan ini (jembatan) bisa membantu masyarakat,” katanya.
Jembatan gantung itu nantinya diperuntukkan bagi pengendara roda dua, sepeda dan pejalan kaki. Namun, jika dalam keadaan darurat, ambulans maupun mobil pemadam kebakaran dibolehkan melintas di jembatan tersebut. “Bisa lewat tetapi untuk sehari-hari kita tidak izinkan,” tandasnya.

Pulau Bromo merupakan sebuah kawasan perkampungan di Kelurahan Matuil yang dikelilingi Sungai Barito dan Sungai Martapura.

Dari kota Banjamasin, Pulau Bromo berjarak sekitar 3 kilometer. Daratan Pulau Bromo terbentuk dari delta atau endapan di sekitar muara sungai.

 

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed