Ketua PC Pemuda Muslim Mempawah Dihajar Marinir

Mempawah, kliksajakalbar.co – Akibat mencoba untuk melerai perkelahian, Adhityo Nugroho Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Kabupaten Mempawah justru dihajar balik oleh oknum Marinir Lantamal XII Pontianak, Malam Minggu (30/01).

Akibat dihajar oleh oknum Marinir, Adityo yang kerap dipanggil dengan nama Tyo dan empat warga babak belur dan Tyo sendiri mengalami luka di pelipis mata.

Pasca pengeroyokan, Ketua PC Pemuda Muslim Mempawah itu pun langsung melaporkan penganiayaan tersebut ke Satreskrim Polres Mempawah. Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah melalui Kaur Humas, Bripka Susworo membenarkan, bahwa pelaku yang memukuli Tyo dan empat warga lainnya itu memang benar oknum Marinir.

Bripka Susworo memastikan, kasus tersebut sudah ditangani Penyidik Satreskrim Polres Mempawah dan telah memeriksa para korban dan pelaku.

Bripka Susworo mengatakan, semula oknum Marinir itu terlibat perkelahian dengan seorang pemuda Sengkubang bernama Fuad, gara-gara tersinggung, karena Fuad mengambil kursi di depannya tanpa permisi.

“Saudara Fuad sedang kumpul dengan teman-temannya. Dia tidak kebagian kursi. Lalu ambil kursi kosong di meja lain. Tidak lama, oknum Marinir ini menghampirinya. Dan mengatakan jika ingin mengambil kursi harus permisi,” ujar Susworo.

Dari situlah si oknum marinir itu emosi. Lalu melayangkan pukulan ke kepala Fuad. Teman-teman Fuad tak terima melihat temannya ditempeleng.

“Mereka yang tidak terima temannya dipukul lalu melontarkan kata-kata kotor. Sehingga terjadilah cekcok mulut berujung perkelahian,” ucapnya

Saat peristiwa perkelahian itu terjadi sekitar pukul 21:00 WIB, Adhityo Nugroho, berada di lokasi kejadian dan sedang bersama dengan para wartawan lokal.

Di sisi lain, Adhityo menceritakan, peristiwa tersebut bermula ketika dia sedang ngopi bersama insan jurnalis Mempawah. Sekira pukul 21.00 WIB, terjadi perkelahian di warung kopi tersebut.

Dua orang berpostur tinggi, rambut cepak dan baju hitam, tiba-tiba memukul sekelompok pemuda di warung kopi itu.

“Saya berusaha melerai tapi malah saya ikut dihajar,” kata Adhityo, kepada Inside Pontianak.

Atas kejadian tersebut, Adhityo merasa dirugikan. Karena itu, dia melaporkan tindak penganiayaan yang dialaminya itu ke pihak kepolisian. Dia berharap oknum Marinir yang bersikap arogan itu ditindak tegas.

“Awalnya ini hanya salah paham saja. Mereka tidak terima kursinya diambil, terjadilah cekcok mulut sampai perkelahian dan saya menjadi korban karena berusaha melerai,” pungkasnya.

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed