Bersyukur Kunci Hidup Bahagia

Bersyukur mudah diucapkan. Hanya saja, dalam penerapan, terkadang cukup susah. Perlu banyak latihan dan pembiasaan.

Karenanya agar tetap bahagia segarusnya kita selalu bersyukur baik saat lapang maupun saat sempit.

Bersyukur saat lapang adalah saat Allah SWT memberikan kita kelapangan hati dan kelapangan rezeki.

Bersyukur saat sempit adalah saat kita ada masalah.

Masalah adalah sesuatu yang terjadi yang tidak sesuai dengan selera kita.

Akhir-akhir ini, seiring berbagai masalah yang terjadi di sekitar kita, di negara kita, bahkan di dunia secara umum, banyak dari kita yang dirundung kesedihan.

Kesedihan sering membawa kepada ketidaksyukuran.

Padahal, sejatinya, syukur harus selalu ada. Bagaimananpun keadaannya, harus bersyukur. Seharusnya.

Ada cerita, seorang pergi ke pasar. Membawa uang 100 ribu. Pecahan 20 ribu sebanyak 5 lembar di kantong. Ketika sampai di pasar, dia baru sadar bahwa uangnya tercecer 20 ribu selama di perjalanan. Akibatnya, sisa uangnya hanya 80 ribu.

Perasaan apa yang hadir di hati orang tersebut?

Jawabannya kemungkinan besar adalah sedih, karena kehilangan 20 ribu.

Uang 20 ribu yang hilang cukup buat makan satu porsi, beli sayur atau ikan secukupnya. Yaa, begitulah, sifat kita sebagai manusia.

Hanya saja, perasaan apa yang seharusnya dihadirkan saat kondisi seperti itu?

Seharusnya, yang dihadirkan adalah syukur. Tetap bersyukur.

Syukur yang hilang hanya 20 ribu, masih ada 80 ribu. Yang 80 ribu ini yang difokuskan di hati dan terus disyukuri.

Tujuannya, agar hati menjadi tenang, sambil berdoa mudahan yang hilang 20 ribu akan diganti oleh Allah SWT dengan ganti yang lebih baik.

Harusnya Seperti itu. Hanya saja perlu latihan dan pembiasaan yang terus menerus dalam menata hati seperti ini.

Banyak janji Allah SWT di dalam Al Qur’an yang berkaitan dengan syukur. Misalnya, bila bersyukur, maka Allah akan menambah nikmatNya kepada kita.

لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Surah Ibrahim, Ayat 7

Adapun hakikat syukur, ternyata bukan untuk Allah SWT, akan tetapi adalah untuk kita. Iya, untuk kita. Semakin kita bersyukur, semakin banyak hasil syukur yang kita dapatkan. Sesungguhnya, Allah SWT Mahakaya dan Maha Terpuji. Kita yang butuh Allah SWT.

Bersyukurlah! Karena syukur itu untuk kita sendiri, bukan untuk Allah.

أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٞ
“Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”
Surah Luqman, Ayat 12

Perintah bersyukur juga Allah tempatkan sesudah perintah berdzikir dan sesudah perintah makan makanan yang baik.

فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku”
Surah Al-Baqarah, Ayat 152

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِلَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya”.
Surah Al-Baqarah, Ayat 172.

Sudah sepatutnya, kita terus bersyukur.
Caranya, pertama dengan yakin bahwa apa-apa yang kita peroleh adalah karena karunia Allah SWT, bukan karena kita. Jabatan, harta, ilmu, dan sebagainya adalah karunia Allah SWT.

هَٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّي لِيَبۡلُوَنِيٓ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيّٞ كَرِيمٞ
“Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia”.
Surah An-Naml, Ayat 40

Kemudian, kita hendaknya selalu memuji Allah SWT. Ucapkan “Alhamdulillah”, untuk segala keadaan. Kita hendaknya selalu melihat sisi positif dari segala yang terjadi. Selalu yakin ada hikmah di segala keadaan.

Terakhir, kita memanfaatkan apa-apa yang Allah SWT berikan untuk kebaikan dan kemaslahatan orang lain. Menjadi orang yang bermanfaat dengan karunia yang Allah SWT berikan.

Mudahan kita bisa menjadi hamba Allah SWT yang senantiasa bersyukur. Bersyukur saat lapang dan bersyukur saat sempit. Amiin.

Oleh: H. Kaspul Anwar

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed