Arteria Dahlan Merasa Terhormat Menjadi Juri LOBO

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan didapuk menjadi juri dalam ajang Lomba Orasi Bintang Orator (LOBO) yang diselenggarakan Televisi dan Radio Parlemen, Biro Pemberitaan Parlemen, Sekretariat Jenderal DPR RI dengan tema ‘Masukan terhadap Revisi atas Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang sedang dibahas Komisi III DPR RI bersama Pemerintah’. Arteria mengaku bangga dan mengapresiasi kontestasi yang sudah diadakan sejak tahun 2019 tersebut.



“Kalau (menjadi juri) di tempat lain (sudah) berkali-kali. Tapi suatu kehormatan di DPR kita diberikan kesempatan untuk menjadi dewan juri (LOBO). Kita apresiasi teman-teman TV Parlemen, Biro Pemberitaan DPR RI sudah mampu menghadirkan suatu program cerdas dan berkualitas,” terang Arteria saat ditemui Parlementaria di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa, (08/30/2022).



Menurut politisi PDI-Perjuangan ini, untuk menjadi orator haruslah mempunyai kemampuan literasi yang baik untuk bisa meng-input banyak informasi, kemudian harus juga bisa meramu informasi-informasi yang sudah dikelola di dalam otak dan pikiran untuk kemudian diutarakan ke ruang publik. Terpenting, muatan pesannya harus sampai sehingga bisa dimaknai dan dimengerti oleh khalayak ramai.



“Ini adalah langkah cerdas dan mudah-mudahan juga bisa berkelanjutan. Saya juga dengar kemarin pada saat IPU sudah dilakukan juga hal yang serupa jumlahnya sampai 243 siswa dan mahasiswa, dan ini kita katakan harus dilakukan terus, karena DPR harus menjadi Agent of Change. Kalau efektif, nanti orator-orator itu tidak hanya jagonya orasi di kampus atau di pinggir jalan, tapi menjadi orator-orator ulung, orator-orator yang hebat yang terseleksi oleh orang-orang hebat yang sudah juga punya pengalaman banyak di DPR,” ungkapnya.



Lebih lanjut Arteria menjelaskan, dirinya telah menerima sembilan naskah terbaik, yang sebelumnya sudah dilakukan seleksi dari 153 naskah peserta lomba. Nantinya dari sembilan naskah ini akan disortir kembali untuk dipilih naskah orasi terbaik, dan berhak di nobatkan menjadi pemenang. “Milihnya bingung sekali, semuanya baik-baik semuanya, hebat-hebat semuanya, orator yang ulung. Saya ingin katakan, kalau yang nanti terpilih tidak boleh jumawa, tapi yang enggak terpilih enggak boleh rendah dan kecil hati. Kalian ini sama hebatnya sama kuatnya hanya karena kesempatan saja ya kita harus memilih yang terbaik dalam apa tahapan ini,” pesan Arteria.



Dikatakan Arteria, momen diadakan lomba ini sangat tepat karena saat ini Komisi III DPR RI bersama pemerintah sedang membahas revisi UU Narkotika. Arteria menjelaskan, setiap pembuatan Undang-Undang melibatkan partisipasi aktif semua pihak. “Tapi indahnya dengan ada program ini kita bisa melihat kita punya frekuensi yang sama, anak-anak muda calon pemimpin bangsa ini punya frekuensi dan kemauan yang sama dengan kita-kita untuk perang terhadap narkoba. Pengayaannya hadir karena mereka tidak hanya memiliki informasi, tapi menghadirkan banyak solusi-solusi dari orasi-orasi yang dihadirkan kemarin,” jelasnya.



Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI Indra Pahlevi berharap dengan diadakannya lomba ini generasi muda bisa ikut peduli terhadap masalah bangsa. Ia percaya anak-anak muda Indonesia punya potensi yang luar biasa. “Ini (penyelenggaraan LOBO) sudah ke-13 kali ya dari tahun 2019 ya, menjadi salah satu program unggulan terutama di Sub Bagian Radio (TV dan Radio Parlemen DPR RI), agar supaya ada bibit-bibit orator di kalangan generasi muda yang siapa tahu 5, 10, 20 tahun ke depan mereka akan juga menjadi anggota parlemen di DPR ini,” pungkas Indra kepada Parlementaria.

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed